Tampilkan postingan dengan label Ilmu Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Musik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Saxophone study 1

1.    ABOUT SAXOPHONE

Saxophone ditemukan ± 160 tahun yang lalu oleh seorang ahli pembuat alat musik dan musisi berbakat berkebangsaan Belgia yang bernama Antoine-Joseph (Adolphe) Sax. Kemudian pada tanggal 20 Maret 1846, Saxophone didaftarkan hak patennya untuk pertama kali. Jenis saxophone yang pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat luas adalah C bass. Saxophone ini diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh seorang komposer terkenal yang bernama Hector Belioz.
Pada tahun 1842 Adolphe Sax pindah ke Paris dan mulai memperkenalkan saxophone ke seluruh dunia. Selanjutnya dia membuat dan memperkenalkan 14 jenis saxophone yang dibedakan berdasarkan ukuran dan pitch, diantaranya adalah Eb sopranino, F sopranino,  Bb soprano, C soprano, Eb alto,  F alto, Bb tenor, C tenor, Eb baritone, Bb bass, C bass, Eb contrabass, F contrabass, sedangkan sisanya yang lain jarang digunakan.
Pada tahun 1845 saxophone menjadi satu bagian penting dalam band militer. Pada tahun itu terjadi apa yang disebut ”battle of the band” (pertarungan antar band). Pada saat itu band yang dimiliki militer Perancis masih tetap menggunakan alat-alat musik tradisional. Adolphe Sax melihat peluang untuk menunjukkan kepada masyarakat bagaimana saxophone dapat menghasilkan kualitas tonal yang baik dalam suatu band. Adolphe Sax mengusulkan untuk membuat suatu kontes antara band militer yang masih menggunakan alat-alat musik orkestral yang orisinil untuk melawan band yang di dalamnya terdapat saxophone. Akhirnya band yang dipimpin oleh Sax yang terdiri dari 28 orang tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para penonton, termasuk para petinggi militer di Perancis, sehingga sejak saat itu saxophone menjadi bagian dari band militer Perancis dan tidak lama kemudian manjadi bagian dari band-band lainnya. Tujuh puluh lima tahun sejak ditemukannya Saxophone, akhirnya saxophone mulai digunakan pada musik-musik dansa.  Saxophone di-desain untuk memiliki tone yang lembut, halus, dan seimbang. Itu sebabnya saxophone dapat melangkapi  suara terompet, drum, dan hiruk pikuk orang yang berbicara di sekitar band-band dansa pada awal abad 20. Mouthpiece saxophone dibuat lebih kecil dan lebih paralel, hal itu membuat suara saxophone terdengar lebih keras dan sangat cocok untuk musik jazz dan dansa. Sejak proses metamorfosis ini saxophone menjadi salah satu alat utama dalam musik jazz.
Berdasarkan perjalanan sejarah perkembangan saxophone di atas, maka dalam mempelajari saxophone tidak dapat mengabaikan proses perjalanan sejarah musik jazz dan musik-musik dansa. Beberapa alasan yang dapat dikemukakan adalah :
•    Saxophone merupakan salah satu alat musik yang terbilang masih muda, dibandingkan dengan jenis alat musik tiup lainnya seperti flute, oboe, clarinet, bassoon, dan sebagainya.


2.     UKURAN DAN JENIS

Berbeda dengan tuts piano yang dapat menjangkau banyak nada, mulai dari do paling rendah hingga do paling tinggi alias beroktaf-oktaf, saxophone yang dipelajari lewat les saxophone hanya mampu menjelajah beberapa oktaf. Makanya, ia pun dibuat dalam berbagai ukuran demi menghasilkan nada selengkap piano. Jadilah saxophone ukuran S, M, L, XL, double X, dan bahkan triple X, yang bisa ditemui di saxophone lesson, lain dengan belajar harmonica, belajar gitar atau belajar flute Pokoknya mirip ukuran baju. Namun, pembagiannya bukan seperti itu, lebih merujuk ke jenis suara.
Wilayah nada tinggi diwakili saxophone mini, yang bisa dipelajari di belajar saxophone, lain dengan les flute, les harmonica, ataupun les gitar sedangkan untuk nada rendah menjadi urusan saxophone berukuran panjang dan besar, bisa diketahui dengan les saxophone. Lain dengan flute lessons atau gitar lesson. Total semua macam saxophone ada 14, bisa ditemui di saxophone lesson. Lain halnya dengan belajar harmonica, belajar gitar atau belajar flute. Semuanya, kalau mau, dapat dimainkan bersama saat belajar saxophone, ada yang kebagian suara sopran, alto, tenor, bariton, bas, maupun kontra bas. Lain dengan les flute, les harmonica, atau les gitar. Dari 14 macam itu, yang sering santer disebut adalah saxophone sopran, alto, dan tenor. Yang sopran bentuknya lurus seperti yang dipakai Kenny G. Sedangkan golongan alto bentuknya sedikit melengkung seperti huruf "J". Jenis ini biasa ditiup oleh Dave Koz. Di atas alto ada saxophone tenor, dan biasa disebut saxophone jazz. Yang lebih besar lagi, saxophone bariton. Saking berat dan besarnya, bagian bow atau bell-nya jadi sering rusak. Sebelum kebingungan dengan istilah di seputar saxophone, ada baiknya kita telanjangi dulu "bodi" saxophone yang seksi itu. Lain dengan apa yang kita dapat di flute lessons atau gitar lesson. Bentuknya mengerucut mirip belalai gajah. Ukurannya mulai dari 1,5 m sampai lebih dari 5 m. Berhubung besar dan panjang, supaya enak dipakai dan tidak kedodoran, maka perlu diringkas. Bagian ujung dan pangkalnya ditekuk sehingga hasilnya mirip cangklong, pipa untuk merokok. Di sekujur tubuhnya banyak "bopeng". Lho, tidak seksi lagi dong? Ya, mau apalagi, sebab tanpa "bopeng-bopeng" itu saxophone tidak bisa bunyi. "Bopeng" yang berupa lubang menganga itu dipasangi tutup yang bisa dibuka-tutup. Tutup-tutup lubang itu ada yang dirangkai sehingga dapat menutup bersamaan. Anatomi saxophone dapat disebut mulai dari atas: mouthpiece yang diemut sewaktu memainkannya, neck tempat memasang mouthpiece, main body tempat lubang-lubang tadi berada, bow yang berbentuk mirip huruf "U", dan bell yang mirip tabung dengan ujung kayak corong. Pada main body sebelum bow ada kait terbuat dari metal atau plastik tempat ngasonya jempol sehingga diberi nama thumbrest. Beberapa senti di atas thumbrest ada strap ring, tempat canthelan strap neck. Saxophone berbunyi hanya jika mouthpiece ditiup. Mouthpiece ini ceper, mirip paruh bebek cerewet, (Donald Duck). Bahannya bisa kayu, metal, atau ebonit. Sedang reed terbuat dari bahan rotan yang diiris tipis, ditempelkan di sisi bawah mouthpiece dan diikat kencang dengan ligature. Besar kecil mouthpiece mengikuti ukuran saxophone. Jika kecil, kita bisa meniupnya di sudut bibir sehingga masih dapat bersaxophone sambil tersenyum, Dibawah ini contoh gambar- gambar jenis saxophone dari yang berukuran kecil sampai yang berukuran besar.




3.    BRAND SAXOPHONE

Dalam dunia musik dapat kita jumpai beberapa merk/brand alat musik tersebut yang kualitasnya jelek dan bagus bahkan sangat bagus, itu bisa kita jumpai dari merk dan brand alat tersebut dan juga dimana alat musik itu dibuat dan di produksi, begitu juga dengan Saxophone dan mouthpice, kualitas bunyi dan tone bahkan karakter suara 20% nya itu berasal dari alat saxophone itu sendiri,  Berikut beberapa Brand/merk saxophone :
a)    Produk Eropa & Amerika : Selmer, Henri selmer paris, Conn, King, lincoln dll
Sites : www.selmer.com, www.cgconn.com, www.kingwinds.com
b)    Produk Jepang & Asia : Yanagisawa, Yamaha, Valentine, Maxtone, dll
Sites : www.yanagisawasaxophones.com, www.yamahamusik.com.


4.    TEKNIK DASAR

Ada beberapa persyaratan dalam bermain Saxophone antara lain : Teknik Pernafasan, Tone (Ambusheer) & Fingering.

a. Embouchure
Kata embouchure berasal dari bahasa Perancis yang artinya “mulut sungai”. Didalam teknik bermain saxophone, embouchure menggambarkan formasi antara bibir, gigi, rahang, dan otot-otot di sekitar mulut ketika udara ditiupkan melalui mouthpiece. Secara alamiah, embouchure berakibat pada upaya untuk menghasilkan tone yang baik dan kemampuan untuk mengendalikan saxophone dengan baik Dalam praktek, terdapat beberapa formasi embouchure yang sering digunakan oleh banyak saxophonist, namun penulis hanya akan menguraikan salah satu formasi embouchure yang saat ini paling banyak digunakan dan dapat menghasilkan kualitas suara dan tone yang baik. Berikut ini adalah gambar dari formasi embouchure :
Gambar yang paling atas menggambarkan embouchure yang kurang baik, terlalu banyak bibir bagian bawah yang menempel pada gigi, dan bibir bagian bawah terlalu banyak melipat ke dalam mouthpiece. Pada formasi seperti ini sulit menghasilkan suara dan tone yang lebih terang (bright), lebih bebas, dan lebih fleksibel. Sedangkan formasi embouchure pada gambar yang paling bawah dapat menghasilkan suara dan tone yang lebih terang, karena getaran reed yang dihasilkan dapat lebih bebas. Dari gambar ini, reed tetap tersentuh oleh bibir bagian bawah, namun hanya sebagian kecil bagian dari bibir bawah yang berada di antara mouthpiece dan gigi. Bayangkan huruf “V”  untuk mencari posisi bibir yang nyaman agar menghasilkan tone yang baik.
Aspek penting lainnya dari formasi embouchure ini adalah seberapa  banyak bagian mouthpiece yang masuk ke dalam mulut. Jika terlalu sedikit bagian mouthpiece yang masuk ke dalam mulut, maka sound atau suara yang dihasilkan akan kecil dan mengurangi kemampuan untuk mengontrol saxophone. Satu cara untuk mengetahui apakah mouthpiece terlalu dalam masuk ke dalam mulut atau tidak adalah dengan melihat mouthpiece dari samping dengan reed yang terpasang pada mouthpiece. Perhatikan bahwa jarak antara reed dan mouthpiece (facing tip of the mouthpiece) semakin menjauh. Titik pertemuan antara reed dan mouthpiece yang akan berjarak itulah kira-kira posisi gigi bagian atas yang menempel pada mouthpiece seharusnya diletakkan.

  • Tongue (Tonguing à teknik lidah)
Teknik lidah (tongue;tonguing) merupakan salah satu teknik dasar yang juga penting dalam memainkan saxophone. Lidah digunakan untuk memberikan attack atau aksen ketika mulai mengeluarkan udara melalui mouthpiece.
Terdapat berbagai macam variasi tonguing, namun pada umumnya teknik menggunakan tonguing adalah dengan menyentuhkan ujung lidah dengan ujung reed, sembari mengucapkan ”dah” ketika ujung lidah menyentuh ujung reed.

  • Breathing (pernapasan)
Memainkan woodwind instrumen seperti saxophone adalah sama seperti melakukan olah raga, kita harus sering berlatih agar kemampuan memainkan wind istrument semakin baik sejalan dengan semakin baiknya kondisi tubuh kita. Latihan pernapasan harus menjadi bagian latihan rutin kita agar kemampuan untuk menguasai instrumen bertambah pula.
Pada kenyataannya, latihan pernapasan yang rutin sangat banyak membantu kehidupan kita. Beberapa manfaat penting latihan pernapasan bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah :
Bermanfaat bagi kesehatan manusia. Para ahli meyakini jika setiap manusia di dunia mengambil napas dalam 10 hitungan yang lambat dan mengambil napas dalam-dalam setiap hari, maka kita sudah bisa menghindari munculnya penyakit paru-paru di bumi;
Menurut aturan yoga, latihan mengambil napas dalam-dalam merupakan salah satu bentuk meditasi. Dengan mengambil napas dalam-dalam secara teratur akan membantu pikiran kita untuk fokus pada satu hal. Tentunya hal ini sangat membantu kita dalam memainkan musik yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan juga membantu kita untuk mengatasi perasaan gugup ketika akan menghadapi suatu pementasan; Contoh nyata kaitan pernapasan dengan spiritualitas yang dialami seorang musisi adalah saxophonist John Coltrane. Pada periode akhir tahun 1950-an John Coltrane mengalami proses transformasi dari masa hard bop menuju masa avant-guard style. Pada saat Coltrane mengalami masa hard bop, dia mengeluarkan ide-ide yang lebih jauh dari yang pernah ada sebelumnya, pada masa ini dia menghasilkan frase-frase improvisasi yang sangat panjang dengan akurasi kecepatan yang sangat tinggi. Bagi saxophonist, upaya menghasilkan siklus pernapasan (seperti yang dilakukan Coltrane) sangat mirip dengan latihan pernapasan Prana dalam Hatha Yoga. Kemudian dari periode hard bop, Coltrane mengalami transformasi menuju gaya permainan avant-guard yang hampir mengabaikan semua kaidah-kaidah dalam musik jazz tradisional, dalam periode ini hampir semua album yang dihasilkannya menggunakan pengendalian emosi pada tenor saxophone. Semua album yang dihasilkan pada periode ini menggunakan tema-tema spiritual dan berpuncak pada lahirnya album “A Love Supreme” yang menjadi album paling berpengaruh pada perkembangan jazz dunia.
Dalam rangka memperoleh suara yang baik dan mengendalikan saxophone dengan benar, maka kita perlu belajar membagi dua ruang di paru-paru kita. Kedua ruang tersebut adalah ruang dada (chest chamber) dan ruang abdominal  (abdominal chamber). Chest chamber adalah bagian atas dari paru-paru yang sering kita gunakan dalam bernapas seperti biasa.Sedangkan abdominal chamber adalah bagian bawah paru-paru yang memiliki ruang lebih besar dari chest chamber dan dikendalikan oleh diapraghm atau diafragma (suatu membran besar di dalam paru-paru yang terletak di bagian bawah paru-paru). Dari bagian ini semua kekuatan dan pengendalian pemain saxophone berasal. Semua saxophonist harus belajar mengambil napas dari perut bagian bawah, karena dari bagian ini seorang saxophonist akan memperoleh kapasitas udara untuk bernapas, kekuatan, dan daya tahan untuk mengontrol saxophone.
Untuk melatih pernapasan yang menggunakan diafragma, pertama-tama  kita harus belajar bernapas menggunakan bagian paling bawah dari perut untuk mendapatkan  kapasitas udara yang cukup, bertenaga dan memiliki daya tahan untuk mengontrol alat tiup.

By: Rufus Simamora

Rabu, 27 Juni 2012

Akor (Chord)

Sekali lagi saya dapat pertanyaan dari rekan sesama musisi :
“Apa maksud chord C9, C7, C6 dst? Kenapa dinamakan begitu?”

Secara sederhana, jika ingin mengetahui maksud sebuah nama chord, bisa dilihat dari angkanya.
Contoh:
Chord C, tangga nadanya
C – D – E – F – G – A – B – C – D – E – F – G – A – B – dst…..

C mayor = C – E – G
Chord C9, berarti dalam susunan chord C kita menambahkan nada ke 9 (sembilan) dari tangga nada C. hitung nada ke-9 dalam tangga nada chord C tersebut, Anda akan menemukan not/nada D. berarti :
Chord C9 = C – D – E – G
Chord C6 berarti menambahkan nada ke-6, yaitu nada/not A
Chord C6 = C – E – G – A
Pada chord CM7, berarti menambahkan nada ke 7 tangga nada C dalam susunan chord C Major.
CM7 = C – E – G – B

Dalam kesepakatan bentuk baku penamaan chord, huruf “M” dan “m” mempunyai arti berbeda. Huruf M (huruf besar) di artikan Major sedangkan “m” (huruf kecil) untuk Minor.

Untuk chord dengan angka 7 (tujuh) ada dua macam :
1. jika di awali dengan huruf M (huruf besar), berarti nada ke-7 dalam tangga nada Mayor chord tersebut, misalnya chord CM7, berarti penambahan nada ke-7 dalam tangga nada C mayor yaitu nada/not B.
2. Sedangkan angka 7 tanpa di awali huruf M besar, berarti nada ke-7 di turunkan setengah (mol) dari tangga nada mayor chord tersebut. misal chord C7, nada ketujuhnya adalah B. lalu B diturunkan setengah (mol) menjadi BES (Bb). Berarti C7 adalah C – E – G – Bes. Begitu seterusnya untuk semua chord.

Chord minor adalah chord mayor yang nada ke-3 (tiga) di turunkan ½ nada.
Misal C Mayor = C – E – G
C minornya adalah nada ketiga dari tangga nada C yang diturunkan setengah.
C minor = C – Eb – G

Untuk chord minor, pada chord minor6, minor7, minor9, prinsipnya sama dengan chord mayor, yaitu menambahkan nada ke – 6, 7 atau 9 dari tangga nada mayor chord tersebut.
Cm6 = C – Eb – G – A
Cm7 = C – Eb – G – Bb
CmM7 = C – Eb – G – B
Cm9 = C – D – Eb – G

Bagaimana dengan chord yang didampingi garis miring dan huruf lain sepertiC/GC/E, dll ????????
Chord seperti ini dinamakan chord balikan/invert Bass.
Chord balikan adalah susunan chord yang nada awalnya/paling bawah di awali dengan nada yang tertulis setelah garis miring.
Misal :
C/G
Chord ini berarti chord C, yang bassnya atau nada paling bawahnya adalah nada G. susunannya bisa menjadi :
C/G = G – C – E
Dalam konsep band, bisa dibayangkan, Rhytim section seperti piano atau rhytim gitar memainkan chord C, sedangkan gitar bass memainkan nada G bukan C.
Pada keyboard, anda bisa mengaktifkan fitur seperti “manual Bass” atau “Invert Bass”, dan Anda membalikkan susunan chord di tangan kiri.
Misal :
Chord C yang biasa Anda mainkan dengan pola C – E – G, pada chord C/GMenjadi G – C – E dan pada chord C/E susunannya menjadi E – G – C
Chord seperti ini umumnya digunakan hanya sebagai harmoni penghias sebuah lagu.

Untuk penggunaan chord-chord diatas sangat dipengaruhi oleh lagu yang di iringi, dan tentang penggunaan chord/harmoni, akan saya ulas beberapa bulan ke depan setelah artikel-artikel teori musik dasar dan baca tulis partitur telah lengkap saya publish.

Artikel ini saya tulis, andai saja masih ada rekan-rekan yang belum mengetahui hal ini. Hanya tau chordnya tapi belum mengetahui prinsip/rumus terbentuknya chord tersebut.
Sekali lagi, penyusunan kalimat dan istilah dalam artikel ini, sengaja saya susun dalam bahasa sederhana tanpa terlalu banyak menggunakan istilah musik yang baku, dengan maksud agar mudah dipahami oleh rekan-rekan yang baru mengetahui hal ini.

Untuk rekan-rekan dan senior yang telah jauh mengetahui hal tentang chord ini secara mendetil dan ingin mengomentari hal ini lebih dalam, saya MENGAHARAPKAN agar Anda mengomentari via email kepada saya, agar rekan-rekan yang baru belajar tidak terlalu bingung dengan komentar Anda yang mungkin relatif agak susah di pahami bagi yang baru belajar. Saya mohon pengertiannya.

Sekali lagi, saya bukan pakar musik, saya hanya membagi sedikit pengetahuan yang saya miliki
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

 By: Rufus Simamora

tuning 1

Tuning


By: Rufus Simamora

Jurus Progesif Chord




Jurus chord yang saya maksud ini adalah chord-chord pengantar ketika kita mau pindah ke chord lain. 

Misal biasanya kita bablas aja dari C langsung ke F. nah, kita pasang jurus, sebelum ke F mau mutar kemana dulu nih, selagi ada waktu (ketukan) dan si penumpang (melodi) juga ga masalah kita bawa mutar-mutar.


Sebenarnya artikel ini terinspirasi atas banyaknya pertanyaan dari teman-teman saya, misal “ Kalo dari C ke F, enaknya di sisipin chord apa,Ton?” dan banyak pertanyaan senada dengan ini.


Beberapa jurus kombinasi chord dibawah ini, bisa di jadikan alternatif untuk muter-muterin chord, biar agak manis dikit kedengarannya.

Untuk contoh, saya ambil Tonic C = Do.

C ke F

C – C7 – F
C – Gm – C7 – F
C – Caug – F
C – C9/D – C/E – F


C ke Dm
C – A – Dm
C – A7 – Dm
C – C#Dim – Dm


C ke Am
C – Dm-5 – E7 – Am
C – Dm-5 – Eaug – Am
C – Em/B – Am
C – Bmaj7 – Bes – Am
C – Cmaj7 – C7 – Am


C ke G
C – D7 – G
C – Dm7 – G
C – F#/Gb dim – G



F ke G
F – F#/Gb dim – G
F – Dm7 – G



Semua bentuk diatas, hanya contoh aja. Terlepas dari bagaimana lagunya.
Silahkan di cari aja, yang mana jurus yang cocok untuk lagu yang Anda mainkan.
 
Sedangkan bentuk chordnya (tuts apa yang di tekan), sementara, cari tau sendiri dulu ya;-) he..he.. udah banyak kok buku-buku yang membahas tentang skema berbagai chord.


By: Rufus Simamora


Kord Piano

 Inilah link daftar kord piano, semoga bermanfaat untuk kita semua:

http://www.looknohands.com/chordhouse/piano/







By: Rufus Simamora

Ilmu Musik 1

Bass Gitar 1
Seperti gitar, bass adalah alat musik yang menggunakan dawai ato senar sebagai sumber suaranya. Hanya saja bass memakai 4 (senar paling atas kalo ada di gitar), yaitu senar E yang paling rendah, senar A, senar D dan senar G yang paling tinggi. Susunan senar pada bass (4senar) juga dimulai dari senar 6=E, 5=A, 4=D, dan 3=G. Demikian pula dalam penulisannya dalam tablature, bass hanya menggunakan 4 garis yang mewakili senar-senar tersebut.

Meskipun bass akustik ada, tapi mayoritas bass lebih sering ditemui dioperasikan secara elektronis atau listrik dan memerlukan ampli untuk memperkuat suaranya.


Fungsi bass

Pada sebuah lagu, bass berperan sebagai penentu dan pemandu chord yang sedang dimainkan dalam setiap pergerakan lagu. Disini, bass berperan bersama guitar dan piano. Bass juga berperan sebagai pengiring musik saat dimainkan, dimana peran ini berbagi dengan pemain drum. Kalo uda diketahui bahwa bass seakan menghubungkan antara pemandu (gitar dan piano) dengan pengiring (drum) sehingga dapat menjadi kesatuan yang harmonis dan terorganisir dengan baik.


Root note

Setiap musik ato lagu menggunakan chord sebagai pengiring. Chord sendiri sebenarnya adalah kumpulan dari paling sedikit 3 nada yang dibunyikan secara bersama ato berdekatan. Bunyi utama yang paling mudah dikenali dari ketiga nada tersebut disebut root note, dan nada kedua berikutnya adalah pelengkap chord yang dapat menghasilkan suasana ato nuansa tersendiri. Misalnya chord C minor (Cm), berarti root note-nya adalah C dan nada kedua berikutnya adalah yang menentukan chord C tersebut menjadi sebuah chord jenis minor.

Nada-nada yang dimainkan pada bass umumnya adalah nada yang berasal dari root note yang merupakan nada utama dari sebuah chord diatas. Jadi gampang aja, kalo mo main bass mesti tau donk chord yang dipake pada sebuah lagu itu apa, tuez tinggal petik aja satu nada C,D,B,A apa aja deh asalkan root note!!! Mainkan nada pas waktu ketukan perpindahan chord. Ditambah nada-nada dengan panduan tertentu untuk improvasi yang bisa dilatih, bass akan mempercantik nuansa yang dihadirkan dalam sebuah lagu. Itu adalah pengertian secara mendasarnya. Simple kan,,,,


Kekuatan bass

Teknik untuk menentukan kapan bass dimainkan menjelaskan bahwa ketukan bass seringkali identik dengan kekuatan pada bass drum lagu. Ketukan seperti ini tampak jelas pada lagu-lagu blues. Bass drum yang sering dimainkan secara seragam juga menunjukan bahwa permainan bass sebenarnya juga dimainkan secara seragam. Hal ini memperjelas bass sebagai iringan lagu sangat penting keberadaannya. Teknik lainnya menjelaskan bahwa menentukan ketukan bass bisa dilakukan dengan memahami tekanan pada tiap-tiap bagian lagu, seperti masuknya bunyi gong pada musik etnik. Pada musik reggae dan ska, basss dimainkan dengan ketukan dan digabung dengan pemilihan nada-nada yang dinamis, sehingga menimbulkan kesan yang unik dan ceria di dalam iringannya yang cenderung monoton.


Teknik permainan bass

Bass dimainkan dengan cara yang hampir sama dengan gitar, yaitu dipetik. Teknik memainkan bass yang lain seperti slapping (memukul), membetot atau menstrumming bass juga dilakukan oleh pemain yang sudah tergolong mahir seperti Flea RHCP, hamper semua teknik dimainkannya pada semua lagu-lagunya.

Beda dengan pola permainan yang dimainkan Sting The Police yang mengacu pada musik reggae pada awal-awalnya. Permainan bass Sting cenderung menggunakan root note yang dimainkan pada tiap 1 ketukan secara merata dan berpindah-pindah apa adanya mengikuti perpindahan chord-nya. Permainan seperti ini ada pada lagu “EVERY BREATH YOU TAKE”. Toh, dengan mengandalkan root note lagunya jadi enak banged didengerin,,, that’s my favorite song.

Pada lagu-lagu jazz, bass sering dianggap sebagai motor penggerak lagu dan penentu warna lagu yang ingin ditampilkan. Mengingat juga bahwa jazz selalu menggunakan chord-chord yang rumit dan mengandalkan improvasi perorangan, permainan bass dituntut lebih handal dalam banyak hal.

Piano



Piano
Boesendorfer grand piano


Boesendorfer grand piano
Alat musik papan kunci
Klasifikasi Hornbostel-Sachs 314.122-4-8
(Simple chordophone with keyboard sounded by hammers)
Pencipta Bartolomeo Cristofori
Dikembangkan Awal Abad ke-18
Rentangan permainan
Range of piano.svg


Piano adalah alat musik yang dimainkan dengan jari-jemari tangan. Pemain piano disebut pianis.


Pada saat awal-awal diciptakan, suara piano tidak sekeras piano abad XX-an, seperti piano yang dibuat oleh Bartolomeo Cristofori (16551731) buatan 1720. Pasalnya, tegangan senar piano kala itu tidak sekuat sekarang. Kini piano itu dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York.


Meskipun siapa penemu pertama piano, yang awalnya dijuluki gravecembalo col piano e forte (harpsichord dengan papan tuts lembut dan bersuara keras), masih menjadi perdebatan, banyak orang mengakui, Bartolomeo Cristofori sebagai penciptanya. Piano juga bukan alat musik pertama yang menggunakan papan tuts dan bekerja dengan dipukul. Alat musik berprinsip kerja mirip piano telah ada sejak 1440.


Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan kekuatan harpsichord. Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil utuh dan lengkap cuma ditunjukkan Bartolomeo Christofori. Dari piano ciptaan pemelihara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) di Istana Florentine - kediaman Pangeran Ferdinand de’Medici - inilah piano modern berakar.


Pada pertengahan abad XVII piano dibuat dengan beberapa bentuk. Awalnya, ada yang dibuat mirip desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano menjadi lebih rendah setelah John Isaac Hawkins memodifikasi letaknya menjadi sejajar lantai. Lalu, dengan munculnya tuntutan instrumen musik lebih ringan, tidak mahal, dan dengan sentuhan lebih ringan, para pembuat piano Jerman menjawabnya dengan piano persegi. Sampai 1860 piano persegi ini mendominasi penggunaan piano di rumah.


Rangka untuk senar piano pertama menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Akibatnya, ketika pada abad XIX dibangun gedung-gedung konser berukuran besar, suara piano tadi kurang memadai. Maka, mulailah dibuat piano dengan rangka besi. Sekitar tahun 1800 Joseph Smith dari Inggris membuat suatu piano dengan rangka logam seluruhnya. Piano hasil inovasinya mampu menahan tegangan senar sangat kuat, sehingga suara yang dihasilkan pun lebih keras. Sekitar 1820, banyak pembuat menggunakan potongan logam untuk bagian piano lainnya. Pada 1822, Erard bersaudara mematenkan double escapement action, yang merupakan temuan tersohor dari yang pernah ada berkaitan dengan cara kerja piano.


Dalam perkembangannya, sebelum memiliki 88 tuts seperti sekarang, piano memiliki lima oktaf dan 62 tuts. Ia juga dilengkapi dengan pedal. Semula pedal itu digerakkan dengan lutut. Namun, kemudian pedal kaki yang diperkenalkan di Inggris menjadi populer hingga sekarang.

Sejumlah pengembangan berlanjut pada abad XIX dan XX. Tegangan senar, yang semula ditetapkan 16 ton pada tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton pada piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan Frederic Chopin, Ludwig van Beethoven, dan bahkan Franz Liszt.




Notasi piano

Sebuah perkembangan nyata di abad XX (berawal di tahun 1930-an) adalah kehadiran piano elektronik (atau piano listrik), yang didasarkan pada teknologi elektroakustik atau metode digital. Nada suaranya terdengar melalui sebuah amplifier dan loudspeaker.


Dari sisi mutu suara, piano elektronik nyaris tak ada bedanya dengan piano biasa. Perbedaan terletak pada berbagai fitur yang melengkapinya. Fitur itu tentu tidak ada sama sekali dalam piano biasa. Misalnya, bisa dihubungkan dengan perangkat MIDI, komputer, alat rekam; memiliki pengatur volume, tusuk kontak untuk pendengar kepala; dan sebagainya.


Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Harmonika
Harmonika adalah sebuah alat musik yang paling mudah dimainkan. Hanya tinggal meniup dan menghisapnya, maka harmonika akan mengeluarkan suara yang cukup bagus. Harmonika berasal dari alat musik tradisional China yang bernama 'Sheng' yang telah digunakan kira-kira 5000 tahun yang lalu sejak kekaisaran Nyu-kwa.

Harmonika modern ditemukan pada tahun 1821 oleh Christian Friedrich Buschmann. Sebuah instrumen musik tiup sederhana yang terdiri dari plat-plat getar dari logam yang disusun secara horozontal dengan desain yang kurang baik dan hanya menyediakan nada tiup kromatis.

Desain awal dari Buschmann akhirnya banyak ditiru dan dimodifikasi menjadi lebih baik. Salah satu contohnya adalah harmonika buatan Richter yang merupakan desain awal dari sebuah harmonika modern. Pada tahun 1826 ia mengembangkan variasi harmonika dengan 10 lubang tetap dan 20 pelat getar dengan pemisahan fungsi pelat yang ditiup dan yang dihisap. Pada akhirnya, nada yang dibuat oleh Richter disebut sebagai nada diatonis dan merupakan nada standard harmonika.

Bisnis instrumen Harmonika dimulai pada tahun 1857 saat pengrajin jam Jerman bernama Matthias Hohner memutuskan untuk menjadi produsen harmonika. Dengan bantuan dari keluarganya, ia dapat memproduksi 650 harmonika tahun itu. Hohner memperkenalkan harmonika ke Amerika Utara pada 1862 sebuah langkah yang membawa pabrikan Hohner menjadi produsen nomor satu utnuk harmonika. Pada 1887 Hohner telah memproduksi lebih dari 1 juta harmonika per tahunnya. Sekarang, Hohner telah memproduksi lebih dari 90 model harmonika yang berbeda jenis, nada, dan model. Yang memungkinkan untuk memainkan berbagai macam gaya musik mulai dari pop, blues, rock, country, ska dan bermacam-macam lainnya.

Tentang Harmonika


 
Pengen main harmonika tapi ngga punya harmonika? atau nggak bisa main? Harmonika adalah salah satu alat musik yang paling gampang dimainkan alias buat having fun. Tinggal tiup dan hisap saja akan mengeluarkan suara yang bagus karena itulah mungkin alat ini disebut harmonika..

 
Terdapat berbagai macam harmonika yang dapat dipilih. Salah satunya adalah harmonika china. Harmonika ini memiliki lubang yang sangat banyak dengan nada straight. Harmonika china ini relatif lebih murah. harganya berkisar antara Rp. 10.000 - Rp. 30.000 dan dapat dibeli di toko-toko musik terdekat. Jenis lainnya adalah harmonika diatonis yang dikenal juga dengan nama Blues Harmonica. Harmonika ini memiliki 10 buah lubang dan harganya lebih mahal dari harmonika china. Tetapi menurut saya inilah harmonika yang 'sebenarnya bukan yang 'ecek-ecek.. Untuk haronika diatonis, harganya berkisar antara Rp. 25000 sampai ratusan ribu rupiah. Salah satu yang sangat populer adalah buatan hohner yang merupakan rajanya harmonika. Tetapi, untuk belajar dapat memilih alternatif lain seperti merek suzuki 'easy rider' yang harganya Rp. 45.000 di toko dan $ 6.00 di internet..


Selain itu masih adal lagi jenis harmonika kromatis.. Harga harmonika ini relatif mahal dan jarang ditemui di toko-toko musik yang biasa. Ciri khas dari harmonika kromatis adalah memiliki 12 lubang dan sebuah handel yang digunakan untuk menaik-turunkan nada.

Berikut ini adalah gambaran perbedaan tangga nada dari harmonika diatonis dan kromatis:








Yeah itulah sedikit informasi tentang salah satu alat musik yang paling menyenangkan dan paling saya sukai.. Kalau ada kekurangan boleh kasih komentar, kritik, saran.. tetapi jangan protes...


Sumber:
http://www.scribd.com


Pelajaran Saxophone - Rudy T



Jumat, 17 Juni 2011

Perangkat drum


Cymbal terdiri dari :
 
Hihat cymbal :
“Jantungnya” cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu / tempo. Terdiri dari sepasang cymbal berukuran 8” sampai 15”, ukuran standart 14”

Ride cymbal :
Sama fungsinya dengan hihat, tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar18” sampai 22”, ukuran standart 20”

Crash cymbal :
Berguna untuk memberi phase / nada pada suatu lagu. Berukuran 13” sampai 22”, tergantung dari selera pemain.

Efek cymbal :
Terdiri atas splash, bell, china, dan swiss. Berguna untuk memberi “warna” khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasa berukuran 6” sampai 12” dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16” sampai 22”.

Hardware :

Pedal :

Untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yakni pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.

Hihat stand :
Menempatkan hihat cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.

Cymbal stand :
Menempatkan segala macam segala jenis cymbal kecuali hihat.

Snare stand :

Menempatkan snare drum.

Tom holder / tom stand :

Memasang tom-tom

Drumhead mempunyai ukuran type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Terdiri dari 3 bagian. Batter head, yakni drum head yang dirancang khusu untuk dipukul. Resonant, hanya ditaruh dibagian bawah tom-tom dan di depan bass drum, head ini tidak untuk dipukul, berguna untuk memberi “hidup” pada tom-tom dan bass drum. Terakhir snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan snare wirenya, merupakan head yang paling tipis, tidak untuk dipukul.


Garputala



Garputala sebuah instrument yang hanya mengeluarkan SATU nada tunggal (monophonic). Terbuat dari material sejenis besi.


Bagaimana cara menggunakannya???
Syarat utama : kita HARUS menguasai tangga nada. Melafalkan nada do re mi fa sol la si do secara benar, adalah mutlak. (baca dan pahami artikel Teori 1 | Tangga Nada)

Cara memegang garputala adalah seperti pada gambar di samping.

jangan menyentuh batang ganda (Y). Lalu sisi salah satu batang ganda (yang panjang) kita pukulkan perlahan, jangan terlalu kuat, cukup hanya untuk menggetarkan kedua batang ganda yang panjang tersebut.

Setelah batang yang panjang tersebut bergetar, dekatkan dengan telinga atau memasukkan bulatan pada pangkal batang yang pendek, untuk mendengar bunyi dari getaran tersebut.

Anda akan mendengar bunyi seperti “uuunnnggggggg”. Bunyi tersebut berasal dari getaran/resonansi kedua batang ganda/panjang yang telah kita pukul/getarkan tersebut.

Nilai nada bunyi “uunnnnggggggg” tersebut tergantung dari setelan garputala tersebut. Jika Anda menggunakan garputala A, maka bunyi “uuungggg” tersebut adalah bunyi nada A. begitu pula untuk garputala dengan nada lain.


Apa Fungsinya?
Dengan garputala kita dapat mencari nada lain. Misal dengan menggunakan Garputala C :
Ingin mencari nada A = do. Berarti dari bunyi nada garputala C, kita tarik tangga nada do re mi fa sol la si do.


Nah untuk tangga nada C, nada A ada pada nada LA (ke enam). Nada ke enam tersebut adalah nada A. Begitu seterusnya untuk mencari nada-nada yang lain.

Yang perlu di ingat adalah kita betul-betul menguasai teori TANGGA NADA dan bisa melafalkan tangga nada secara benar dan tepat ( do – di – re – ri – mi – fa – fi – sol – la – le – si – do)


Sebenarnya sudah banyak alternatif pengganti garputala, seperti tuner digital, dll. Tapi selama pengalaman saya, rata-rata pelatih atau dirigen paduan suara, masih lebih menyukai menggunakan garputala. Alasannya bisa macam-macam, tergantung si pengguna garputala tersebut.


Saya sendiri sudah lama menggunakan garputala, seingat saya sejak di bangku 3 SMP saya betul-betul akrab dengan garputala karena sudah mulai mencoba melatih paduan suara di gereja. Cara menggunakan garputala saya pelajari dari orang tua saya.


Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. 

Sumber:http://musisigereja.wordpress.com


Keyboard


Guys, sebelum loe maenin alat musik satu ini, ngga ada salahnya donk loe tau sedikit tentang sejarah alat musik yang loe mainin ini…
 
Jika dilihat dari penampilan fisiknya, Keyboard berbeda dengan Grand Piano. Keyboard terlihat lebih kecil dan lebih ringan, sehingga sangat mudah untuk dipindahkan atau dibawa. Suara yang dihasilkanpun agak berbeda dibandingkan dengan grand piano.

Alat musik Keyboard mendapatkan suaranya dari manipulasi kunci-kunci. Ada yang ditekan (menggunakan jari tangan), dan ada juga yang dipijak (menggunakan kaki). Susunan Keyboard arahnya mengikuti logika, dari kiri nada-nada rendah, ke kanan nada-nada tinggi. Susunan kiri-kanan bass ke treble juga berlaku demikian.

Sejarah

Instrumen Keyboard sudah ada sejak zaman kuno. Tidak jelas awalnya yang tepat. Dalam tangga nada barat disebut diatonis, dan terbagi dalam 12 nada. Ada nada penuh dan ada nada semi-tone. Pada instrumen Keyboard, kedua kelompok nada ini biasa dibedakan dengan kunci berwarna terang dan gelap.

Susunan deret kunci yang kromatik (mencakup 12 nada) muncul di Eropa pada abad ke-14. Pada awal kemunculannya, bilah-bilah (tutsnya) masih dalam ukuran sangat lebar. Satu bilah bisa beberapa sentimeter lebarnya, hingga tidak banyak nada harmoni yang bisa dihasilkan. Baru pada abad ke-16, muncul pembakuan tuts. Ini berarti nada diatonik bisa dicakup dalam lebar satu tangan, hingga musik harmonik pun bisa dihasilkan. Pada perkembangan baru ini, kunci putih dan hitam juga sudah diciptakan.

Keyboard elektronik baru muncul pada abad ke-20. Pertama kali dipasarkan oleh Laurens Hammond di Amerika Serikat pada tahun 1935. Sejak saat itu mulai berkembang instrumen yang sekarang ini menjadi rajanya alat musik. Suara orkes simponi pun dengan puluhan instrumen bisa dihasilkan oleh satu buah Keyboard saja.


Era Synthesizer
Munculnya transistor silikon dengan harga yang murah dan kualitas atas memudahkan upaya para insinyur untuk mengembangkan instrumen musik penghasil suara. Alat yang ringkas dan dapat menghasilkan suara konvensional seperti suara akustik sebagaimana yang dihasilkan dawai, gendang, atau alat tiup, maupun suara yang tidak lazim seperti suara atonal semacam derit antar logam.

Pada tahun 1962 seorang insinyur Italia Paolo Ketoff mengeluarkan instrumen yang disebut Synket. Alat ini menghasilkan musik eksperimental yang bagi pendengar awam tidak musikal. Dua tahun kemudian di Amerika muncul alat musik yang diciptakan Donald Buchla dan satunya oleh Robert Moog. Alat Donald Buchla tidak menggunakan kibor sebagai perangkat memainkannya melainkan dengan permukaan yang sensitif terhadap sentuhan. Robert Moog membuat alat yang menggunakan kibor sebagai perangkat pengolahnya. Di sisinya pun dipasang alat pengontrol yang konvensional seperti tombol putar untuk mengeraskan dan memelainkan suara, maupun untuk mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan.

Ciptaan Robert Moog ini lebih memudahkan penggunaannya untuk mengalunkan musik tradisional dalam tatanan suara baru. Karya-karya Johan Sebastian Bach bisa dimainkan dengan Mini Moog, begitu alatnya disebut. Ketika itu alat ini belum bisa memainkan nada harmonik. Hanya satu-satu nada bisa dimainkan, hingga instrumen ini populer sebagai pembawa melodi pada musik pop. Musik rock termasuk yang pertama mengadopsi alat ini dalam genre progresive rock pada band seperti Yes, Genesis, Emerson Lake and Palmer.


Era Digital
Baru pada tahun 1980 synthesizer dapat mengeluarkan suara harmonik. Peralatan pertama yang terkenal adalah Yamaha DX-7 yang keluar 1983. Peralatan ini menggunakan pengembangan synthesizer dari zaman Robert Moog dengan Frequenty Modulation Synthesis yang dirancang oleh John Chowning dari Stanford University di Palo Alto, California. FM menghasilkan variasi timbre dengan cara mengubah frekuensi suatu gelombang dengan amplitudo gelombang lain yang proposional. Yamaha DX-7 memiliki kibor lima oktaf. Lebih dari 100.000 perangkat ini dijual Yamaha.

Kemudian pada tahun berikutnya Casio mengeluarkan CZ-101 yang menggunakan baterai untuk tenaganya. Memiliki empat suara dan mengikuti kemampuan synthesizer analog. Harga jual CZ-101 ini hanya seperempat dari harga Yamaha DX-7 hingga popularitas kibor elektronik menjadi sangat meningkat.

Suara-suara bisa direkam. Hasil rekaman ini berupa gelombang nada yang diterjemahkan sebagai data digital. Data digital ini bisa diolah dan dibunyikan ulang dengan kontrol musikal. Ini yang disebut sampling instrument. Sampling ini telah menjadi bagian yang umum dalam instrumen kibor elektronik.

Sampling pertama dikeluarkan pada tahun 1970 oleh Fairlight Computer Musical Instrumen (CMI) di Sydney, Australia. Fairlight CMI adalah perangkat komputer umum dengan tambahan perangkat yang dapat merekam dan mengubahnya jadi data digital (digitize), kemudian menyimpan dan memainkan ulang pada instrumen kibor.

Kemampuan simpan dan memainkan ulang ini dikembangkan oleh Raymond Kurzweil pada tahun 1984 melalui perangkat yang disebut Kurzweil 250. Pada kibornya itu terdapat kode-kode digital dari suara grand piano, alat musik gesek (string), dan banyak lagi timbre alat musik orkestra. Alat ini selain ditujukan untuk penggunaan pertunjukan juga ditujukan untuk membuat komposisi. Kibor yang berkembang dengan kemampuan synthesizer polifoni dan sampling disebut workstation musikal.

Pada tahun 1983 beberapa manufaktur instrumen musik bersepakat untuk tata cara menggabungkan berbagai peralatan musik agar bisa bekerja dalam suatu perangkat komputer. Hasilnya adalah Musical Instrument Digital Interface atau MIDI.

MIDI menjadi cara untuk memerintahkan nada apa yang dimainkan dalam timbre apa, nuansa apa, dan seterusnya. Dengan perangkat komputer dan program yang sesuai maka dapat dilakukan seperti apa yang bisa dikerjakan pada workstation musikal yang canggih. Sekarang ini dunia pertunjukan musik selalu menyertakan instrumen ringkas kibor elektronik seperti ini.
Dan di Era Digital ini, dibanyak tempat pertunjukan sekarang ini, sangat tidak aneh melihat seorang pemain Keyboard solo yang memainkan musik lengkap seperti sebuah band sedang bermain. Ada suara melodi gitar, pengiring piano, suara gitar bas dan derap drum. Inilah Keyboard yang dinamakan multifungsi.

Alat musik Keyboard yang didukung kelengkapan teknologi suara digital memang semakin dicari orang. Apalagi, instrumen dengan sederetan tuts itu kini bisa ditugaskan berlipat ganda. Keyboard dapat mewakili berbagai suara alat musik yang lain. Bakat bermusik bisa lebih ditunjang oleh perangkat yang multifungsi, yakni keyboard. Maka jangan heran bila yang berbelanja instrumen musik serbaguna tidak hanya dilakukan oleh para pekerja musik. Ini dikarenakan hampir setiap orang ingin menghasilkan musik yang indah atau enak didengar. 

Sumber:
simphonymusic.com
dan berbagai sumber

Drum




Drum adalah kelompok alat musik perkusi yang terdiri dari kulit yang direntangkan dan dipukul dengan tangan atau sebuah batang. Selain kulit, drum juga digunakan dari bahan lain, misalnya plastik. Drum terdapat di seluruh dunia dan memiliki banyak jenis, misalnya kendang, timpani, Bodhrán, Ashiko, snare drum, bass drum, tom-tom, beduk, dan lain-lain.
Dalam musik pop, rock, dan jazz, drums biasanya mengacu kepada drum kit atau drum set, yaitu sekelompok drum yang biasanya terdiri dari snare drum, tom-tom, bass drum, cymbal, hi-hat, dan kadang ditambah berbagai alat musik drum listrik. Orang yang memainkan drum set disebut "drummer".


Drum adalah kelompok alat musik perkusi yang terdiri dari kulit yang direntangkan dan dipukul dengan tangan atau sebuah batang. Selain kulit, drum juga digunakan dari bahan lain, misalnya plastik. Drum terdapat di seluruh dunia dan memiliki banyak jenis, misalnya kendang, timpani, Bodhrán, Ashiko, snare drum, bass drum, tom-tom, beduk, dan lain-lain.
Dalam musik pop, rock, dan jazz, drums biasanya mengacu kepada drum kit atau drum set, yaitu sekelompok drum yang biasanya terdiri dari snare drum, tom-tom, bass drum, cymbal, hi-hat, dan kadang ditambah berbagai alat musik drum listrik. Orang yang memainkan drum set disebut "drummer".
Sejarah Drum
Alat musik drum sudah ada kira-kira pada 6000 SM. Mesopotamian excavations ditemukan kecil silinder drum tanggal 3000 SM. Di dalam gua-gua di Peru, ada beberapa lukisan di dinding-dinding yang ditemukan, tanda-tanda yang menunjukkan penggunaan drum dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Suka Indian menggunakan labu dan kayu untuk membuat alt musik drum tersebut dan dipakai untuk upacara-upacara ritual. Drum tidak selalu digunakan untuk menghibur musik saja. Tapi juga digunakan untuk berkomunikasi
Budaya suku di Afrika (juga di daerah kebudayaan). Orang-orang dari berbagai suku Afrika diandalkan untuk menggunaan drum untuk mengekspresikan diri mereka dan menyampaikan pesan penting melalui serangkaian pukulan drum sepanjang hutan. Ketika itu ditemukan dalam sejarah bahwa salah satu pemain drum dapat memainkan dua atau lebih drum pada saat yang sama, masyarakat mulai menempatkan kelompok drum bersama-sama untuk satu musisi untuk bermain. Pemain drum tidak hanya bermain drum dari jenis yang sama tetapi juga dari budaya lain dan seluruh dunia. Awal tahun 1930an ditemukan trik baru. PAra musisi menemukan dengan tepat penempatan pada drum dengan melakukan banyka latihan, satu pemain bisa menangani satu set drum, dan seluruh kelompok pemain drum tidak diperlukan lagi.
Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Argumentasi
Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.
Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.
Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal. Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:
1. Hihat cymbal:
2. Ride cymbal:
3. Crash cymbal:
4. Efek cymbal:
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:
1. Pedal:
2. Hihat stand:
3. Cymbal stand:
4. Snare stand:
5. Tom holder/tom stand:
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.


Sumber:
www.klinikdrum.com
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gitar akustik


Gitar akustik modern.
Gitar akustik adalah jenis gitar dimana suara yang dihasilkan berasal dari getaran senar gitar yang dialirkan melalui sadel dan jembatan tempat pengikat senar ke dalam ruang suara. Suara di dalam ruang suara ini akan beresonansi terhadap kayu badan gitar. Jenis dan kualitas kayu serta jenis senar yang digunakan akan memengaruhi suara yang dihasilkan oleh gitar akustik.
Karateristik
  • Suara senar diperkuat oleh bagian resonansi.
  • Gitar akustik memiliki enam senar. Namun beberapa gitar memiliki tujuh senar atau lebih.
  • Beberapa gitar menggunakan senar yang terbuat dari nilon dan yang lainnya terbuat dari baja. Gitar yang menggunakan senar nilon sering pula di sebut sebagai gitar klasik
  • Seluruh bagian gitar terbuat dari kayu. Hal ini tentunya membuat suara gitar menjadi lebih kuat dan lebih baik.
Bagian Gitar

Bagian Gitar Akustik.
  1. "Headstock" (kepala) (1)
  2. "Nut" (2)
  3. Alat Pemutar (3)
  4. Frets (4)
  5. "Neck" (Leher) (7)
  6. Heel (Penghubung) (8)
  7. Badan Gitar (9)
  8. "Bridge" (12)
  9. Bagian Belakang (14)
  10. "Soundboard" (Bagian Penghasil Suara / kotak resonansi) (15)
  11. Bagian Sisi (Samping) (16)
  12. Lubang suara (17)
  13. Senar (18)
  14. "Saddle" (19)
  15. "Fretboard" (Fingerboard) (20)
Nada
Setiap gitar rata-rata memiliki setelan nada yang berbeda. Hal ini bergantung kepada penggunaan gitar serta keinginan oleh pengguna gitar itu.
Nada yang paling umum digunakan adalah: E-B-G-D-A-E
Senar Notasi Saintis Notasi Umum Frekuensi
Pertama E4 e' 329.63 Hz
Kedua B3 b 246.94 Hz
Ketiga G3 g 196.00 Hz
Keempat D3 d 146.83 Hz
Kelima A2 A 110 Hz
Keenam E2 E 82.41 Hz
Nada di atas berurut mulai dari senar pertama hingga senar keenam. Senar pertama memiliki nada paling tinggi, lalu hingga senar keenam yang memiliki nada paling rendah. Nada tersebut dapat dihasilkan dengan melakukan penyetelan pada gitar.
Apabila senar ditekan pada bagian frets, maka akan menghasilkan nada yang berbeda - beda. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan urutan
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
E F F G A A B B C C D E E
B C C D E E F F G A A B B
G A A B B C C D E E F F G
D E E F F G A A B B C C D
A B B C C D E E F F G A A
E F F G A A B B C C D E E



Beberapa jenis Pick
Alat Pemetik (Pick)
Sebuah "Pemetik (Pick)" atau "plectrum" adalah sebuah alat dari bahan keras umumnya diletakkan antara ibu jari dan jari telunjuk dari tangan digunakan untuk "memetik" senar. Meskipun pemain klasik memetik dengan kombinasi kuku dan ujung jari , memetik juga sering digunakan untuk gitar akustik listrik . Meskipun saat ini bahan yang paling sering digunakan plastik, sbenarnya banyak variasi yang ada, seperti tulang, kayu, baja atau cangkang kura-kura. Picks ada dalam berbagai bentuk dan ukuran. Pick bervariasi dari yang kecil sampai yang besar. Ketebalan memetik sering menentukan penggunaannya. Sebuah pick tipis (antara 0,2 dan 0,5 mm) biasanya digunakan untuk memetik atau memainkan irama (melodi), dan yang lebih tebal (antara 0,7 dan 1,5 + mm). Banyak alat yang dibuat sebagai pengganti pick. Banyak orang yang menggunakan kartu yang cukup keras yang lalu dibentuk sesuai keinginan.




Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


BASS GITAR
Gitar bass listrik (biasa disebut Bass listrik atau bass saja) adalah alat musik senar yang menggunakan listrik untuk memperbesar suaranya. Penampilannya mirip dengan gitar listrik tapi ia memiliki tubuh yang lebih besar, leher yang lebih panjang, dan biasanya memiliki empat senar (gitar listrik memiliki enam senar).


Bobot dari bass sendiri idealnya lebih berat dari pada gitar electric biasa, hal ini dikarenakan senarnya yang lebih tebal (untuk menjaga kerendahan nada/bunyi) sehingga menyebabkan harus memilih kayu yang lebih padat dan keras untuk menyeimbangi takanan pada "neck" (leher gitar).Selain itu ukuran fret (kolom pada gitar) yang lebih besar yang disesuaikan dengan ketebalan senar.
Ada banyak jenis bass yang dipakai sampai dengan saat ini. 
1. Contra bass dan ciello bass (yang biasa digunakan untuk pertunjukan opera), 
2. Electric bass (biasa digunakan untuk semua jenis pertunjukan terutama band) 
3. Fretless" bass yang sama dengan electric bass tapi tidak ada fret (kolom/pembatas pada papan tekan/neck) pada bass tersebut. Prinsip kerja fretless bass mirip dengan contra/ciello bass hanya saja berbentuk gitar electric.


SENAR DAN TUNING
Empat senar biasanya di-tune "G-D-A-E", "G-D-A-D", "G-D-G-D", "D-A-E-B", "F-C-G-D" atau "F-C-G-C"
Lima senarBiasanya di-tune "G-D-A-E-B" tapi terkadang "C-G-D-A-E".
Enam senarBiasanya di-tune "C-G-D-A-E-B" atau "B-G-D-A-E-B", walaupun "E-B-G-D-A-E" juga suka dipakai.

Pada tahun 1950, bass elektrik perlahan menggeser kedudukan Double Bass dalam permainan musik pada umumnya. Bentuk bass elektrik tak jauh dari gitar elektrik. Namun, body bass biasa lebih besar dengan neck yang lebih panjang karena jarak antar fret lebih jauh, namun tetap saja terasa lebih mungil dibandingkan dengan Double Bass.

Bass pada umumnya memiliki 4 buah senar dengan setelan standar E-A-D-G. Namun, sama dengan gitar, setelan ini tidak wajib dan dapat divariasikan. Variasi steman/setelan lain yang biasa dipakai contohnya D-A-D-G dan B-E-A-D. Bass tenor juga biasanya menggunakan tuning A-D-G-C untuk nada yang lebih tinggi.

Selain 4 senar, banyak juga bass yang menggunakan 5 senar dan 6 senar. Tuning senar untuk 5 senar biasanya B-E-A-D-G atau E-A-D-G-C. Sedangkan 6 senar biasa menggunakan B-E-A-D-G-C, E-A-D-G-B-E atau F#-B-E-A-D-G.

Beberapa Bass memiliki jumlah senar berbeda, namun bass-bass tersebut cukup sulit(kalau tak mau dibilang sangat sulit) didapatkan di Indonesia. Contohnya :

Pertama: 1 string, 2 strings, dan 3 strings - seperti namanya, bass tipe ini hanya memiliki 1, 2, atau 3 senar saja. Pembuat bass Atlansia membuat bass-bass tipe senar 1, 2, dan 3 sperti ini. Selain itu, pemain bass TonyLevin secara spesial meminta MusicMan membuat versi 3 senar dari bass StingRay favoritnya

Kedua: 8, 10, 12, dan 15 strings - Bass-bass seperti ini menggunakan prinsip yang sama dengan gitar 12 senar, dimana senar-senar yang ada dikelompokkan dalam satu kelompok dengan tuning yang sama, misalnya untuk 8 senar : Ee-Aa-Dd-Gg

Pick up (bukan jenis mobil) juga berperan penting dalam bass elektrik. Tanpa pick up, suara tak dapat disampaikan ke amplifier. Ada beberapa jenis pick up yang dipakai dalam bass, yaitu jenis “P”, “J”, Humbucker, dan Soapbar. Penjelasan untuk masing-masing pick ups mungkin akan dibahas di artikel yang khusus untuk membahas Pick Ups nanti.

Nah, sampai di sini, apa yang judul blog ini? Yup, betul, FretBoard! Jadi, jangan sampai kita malah lupa ngebahas soal fret-fret yang ada di instrumen satu ini. Bass versi awal memiliki 20 fret, namun bass-bass modern sekarang kebanyakan memiliki fret 24 atau lebih. Seperti yang kita tahu, setiap jarak 12 fret adalah jarak 1 oktaf Namun, ada juga beberapa tipe bass yang menggunakan sistem fretless.